Laman

Rabu, 26 Desember 2012

Pertumbuhan dan Perkembangan


MATERI DAN METODE
Praktikum Biologi mengenai Pertumbuhan dan Perkembangan ini dilaksanakan pada hari Senin, 5 November 2012 pukul 07.00-09.00 WIB di Laboratorium Fisiologi dan Biokimia Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang.

1.1.      Materi
Dalam praktikum pertumbuhan dan perkembangan kali ini menggunakan beberapa bahan seperti media tanaman ( tanah yang gembur ), tanaman jagung (Zea mays) dan kacang tanah (Arachis hipogea) yang berumur 2 minggu, 3 minggu, 4 minggu dan 3 minggu serta kapas yang digunakan sebagai media tanam. Serta alat – alat yang digunakan yaitu pot yang digunakan untuk meletakkan media penanaman, penggaris untuk mengukur panjang tanaman, jangka sorong untuk mengukut diameter tanaman, dan alat tulis untuk menulis hasil pengamatan.

3.2.      Metode
Sebelum melakukan praktikum pertumbuhan dan perkembangan, pertama mengisi pot dengan 3 biji jagung dan kacang tanah, pada 2 buah pot yang berbeda. Melakukan percobaan pertama dengan jeda 1 minggu untuk satu kali penananaman pada 2 pot yang berbeda, melakukan langkaha tersebut sebanyak 4 kali. Sehingga, menghasilkan tanaman jagung dan kacang tanah yang berumur 2 minggu, 3 minggu, 4 minggu dan 5 minggu. Pada minggu ke enam , membongkar dan membersihkan kapas yang menempel pada masing – masing tanaman. Setelah itu, mengamati tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang tanaman dan panjang akar kemudian menggambar pertumbuhan tanaman dengan menggunakan grafik.


BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1       Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Jagung (Zea mays)
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diketahui pertumbuhan dan perkembangan  tanaman jagung sebagai berikut:


Sumber : Data Primer Praktikum Biologi, 2012.
Ilustrasi 20. Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Jagung.

Tabel 1. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tanaman Jagung (Zea mays)
Jenis Tanaman
Umur tanaman (minggu)
Tinggi tanaman
(cm)
Panjang tanaman
(cm)
Jumlah daun
(helai)
Panjang akar
(cm)
Diameter batang
(cm)
Zea mays
2
8,5
70,5
2
12
0,015
3
37,5
68
3
30,5
0,020
4
38
83
4
45
0,024

5
45
94
4
49
0,026
Sumber : Data Primer Praktikum Biologi, 2012.

Sumber : Data Primer Praktikum Biologi, 2012.
Ilustrasi 21. Grafik Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Jagung
Berdasarkan hasil pengamatan praktikum pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman jagung didapatkan pada setiap minggunya mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Hal ini dapat dilihat melalui grafik pertumbuhan dan perkembangan jagung yang kurvanya selalu naik pada bagian jumlah daun, tinggi tanaman, panjang tanaman, panjang akar dan diameter batang yang menandakan tanaman jagung mengalami pertumbuhan tiap minggunya. Hal ini sesuai dengan pendapat Guritno (2005) bahwa pertumbuhan merupakan proses pertambahan volume dan jumlah sel yang mengakibatkan bertambah besarnya organisme. Tabel diatas menunjukkan bahwa tanaman jagung sedang mengalami pertumbuhan pada umur 2-4 minggu, dimana tanaman jagung mengamali pertumbuhan dan perkembangan yang cukup signifikan pada periode tersebut yang disebut periode lamban. Periode lamban yaitu dimana tanaman sedang mempersiapkan diri untuk tumbuh dengan ciri adanya sedikit pertumbuhan.. Ini berarti bahwa laju pertumbuhan awalnya lambat kemudian meningkat terus. Hal ini sesuai dengan pendapat Kimball (1998) bahwa dalam periode ini, organisme sedang mempersiapkan diri untuk tumbuh.
Pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung akan lebih optimal apabila tumbuh pada media yang banyak menyediakan nutrisi dan sinar matahari yang cukup. Hal ini sesuai dengan pendapat Amien (1994) bahwa nutrisi, air, dan cahaya merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

2.2.      Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Kacang Tanah (Arachis hipogea)
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat diketahui pertumbuhan dan perkembangan  tanaman kacang tanah sebagai berikut :



Sumber : Data Primer Praktikum Biologi, 2012.
Ilustrasi 22. Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Kacang Tanah.
  

Tabel 2. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tanaman Kacang Tanah (Arachis hipogea)

Jenis Tanaman
Umur tanaman (minggu)
Tinggi tanaman
(cm)
Panjang tanaman
(cm)
Jumlah daun
(helai)
Panjang akar
(cm)
Diameter batang
(cm)
Arachis hipogea
2
7
14
10
7
0,035
3
24
33,5
24
9,5
0,026
4
37
40,5
24
3,5
0,030

5
38
43
24
5
0,033

Sumber : Data Primer Praktikum Biologi, 2012.
Sumber : Data Primer Praktikum Biologi, 2012.
Ilustrasi 23. Grafik Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Kacang Tanah.
            Berdasarkan hasil pengamatan, pada tanaman kacang tanah pada setiap minggunya mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Hal ini dapat dilihat melalui pengamatan pertumbuhan jumlah daun, panjang akar, panjang tanaman, tinggi tanaman dan diameter batang yang diilustrasikan melalui grafik yang kurvanya rata-rata mengalami kenaikan . Hal ini sesuai dengan pendapat Guritno (2005)  bahwa pertumbuhan adalah proses kehidupan tanaman yang mempunyai kemampuan untuk melakukan perubahan ukuran, bentuk, dan jumlah pada kondisi tertentu dan dipengaruhi faktor luar. Sesuai data yang ada di tabel 2, pertumbuhan tanaman kacang tanah sedang mengalami pertumbuhan pada periode lamban pada umur 2-4 minggu. Periode lamban mempunyai ciri adanya sedikit pertumbuhan, organism ini sedang mempersiapkan diri untuk tumbuh. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Kimball (1998) bahwa periode lamban mempunyai ciri sedikit pertumbuhan atau tidak ada pertumbuhan yang sebenarnya.
. Grafik mengalami kenaikan pada semua bagian, meliputi panjang tanaman, tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang, kecuali pada bagian panjang akar yang mengalami penurunan, kondisi ini di pengaruhi oleh factor air yang tersedia pada media tanam. Tanaman yang kekurangan air akan mengakibatkan akar tumbuh pendek dan banyak. Hal ini sesuai dengan pendapat Guritno (2005) yang menyatakan bahwa tanaman yang tumbuh kekurangan air membentuk akar lebih banyak dengan hasil yang lebih rendah dari tanaman yang kekurangan air membentuk akar lebih banyak dengan hasil yang lebih rendah dari tanaman yang tumbuh dalam keadaan cukup air.
Perubahan ukuran pada tanaman tersebut disebabkan oleh faktor luar yakni nutrisi, air dan cahaya. Air selain mempengaruhi pertumbuhan akar, jika tidak ada air tumbuhan tersebut akan mati atau tidak tumbuh. Cahaya berpengaruh pada pertumbuhan, sesuai pernyataan Guritno (2005) bahwa yang tumbuh ditempat gelap akan lebih tinggi daripada tanaman yang terkena cahaya.

BAB III
KESIMPULAN
3.1.                        Kesimpulan
Dari praktikum pertumbuhan dan perkembangan dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan adalah proses pertambahan volume dan jumlah sel yang menyebabkan bertambah besarnya ukuran organisme. Perkembangan adalah proses menuju keadaan yang lebih dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor luar dan faktor dalam. Faktor dalam diantaranya adalah faktor hormon dan faktor gen, sedangkan faktor luar adalah faktor dari luar yaitu nutrisi, air, dan cahaya. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung lebih cepat dari pada tanaman kacang tanah. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor – faktor hormon, nutrien dan air, serta cahaya.
3.2.      Saran
            Praktikum Pertumbuhan dan Perkembangan mendapatkan beberapa kendala antara lain pertumbuhan tanaman yang kurang maksimal, media tanam dan waktu penanaman antar kelompok yang berbeda. Diharapkan praktikum selanjutnya dapat berjalan dengan waktu yang lebih efektif dan efisien serta menjelaskan materi maupun metode praktikum secara lebih jelas pada saat awal asistensi.


DAFTAR PUSTAKA
Amien, M. 1994. Bologi jilid 2. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Jakarta.

Guritno. 2005. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Universitas Gadjah Mada Press. Yogyakarta.

Kimball, J.W. 1998. Biologi Jilid 2. Erlangga. Jakarta



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar